Minggu, 27 Januari 2013

Perlukah kita mengembangkan mobil listrik mewah?

Menteri Negara BUMN sendiri mempromosikan mobil listrik Tucuxi dan sempat mengalami kecelakaan beberapa waktu yang lalu. Pemerintah sendiri menargetkan, produksi mobil listrik secara massal mencapai 10 ribu unit pada 2014. 

Fenomena mobil listrik ini sebenamya mengemuka tak lama setelah isu kenaikan harga BBM yang sedianya diberlakukan pada awal April 2012 yang lalu. Saat itu juga muncul gagasan untuk memasyarakatkan penggunaan bahan bakar gas (BBG). Pemunculan mobil listrik ini seakan menjadi jawaban di tengah beban subsidi dan konsumsi BBM yang semakin meningkat.

Mobil listrik ini sebenamya bukan barang baru. Mobil bertenaga listrik sendiri mulai dikembangkan sejak pertengahan abad ke-19. Tidak jelas benar siapa sebenamya yang memulai teknologi mobil listrik itu. Beberapa sumber menyebutkan, pada 1828, seorang warga Hongaria, Anyos Jedlik, mengembangkan tipe awal motor listrik yang kemudian digunakan untuk menggerakkan motor.

Jika mobil listrik ini menggunakan energi listrik yang berasal dari pembangkit listrik yang masih menggunakan bahan bakar minyak maka argumentasi bahwa mobil listrik akan sepenuhnya ramah lingkungan belum kuat. Yang terjadi di sini hanyalah pengalihan dari BBM yang digunakan oleh mobil pada pembangkit tenaga listrik.

Apabila memang pemerintah hendak mengembangkan penggunaan energi listrik pada transportasi, setidaknya harus ada urutan logika yang konsisten. Mulai dari strategi dan teknologi di hulu dalam menggerakkan energi listrik yang harusnya sudah bisa ramah lingkungan dan berkelanjutan sampai pada sisi hilir, tempat seharusnya transportasi publik yang nyaman dan reliable digerakkan oleh tenaga listrik yang harusnya diutamakan untuk dikembangkan.

Perlukah kita mengembangkan mobil listrik mewah?

Menurut saya boleh-boleh aja tetapi tidak usah mewah, standar saja. Mobil listrik ini juga membantu pemerintah dalam soal BBM yang semakin hari semakin meningkat harganya dan susah di jangkau. Dengan adanya mobil yang menggunakan listrik ini kita dapat menghemat BBM, menghilangkan populasi serta ramah lingkungan.


REFERENSI :
  1. http://www.ristek.go.id/index.php/module/News+News/id/12619

Keamanan Website Presiden

Informasi tim IT situs presidensby.info dinyatakan bahwa situs tersebut tidaklah di “hacked” atau kenyataan bahwa tidak ada perubahan sama sekali pada mesin server presidensby.info, tetapi hanya terjadi perubahan penunjuk jalan (serangan di level DNS) menuju server tersebut ketika diakses pengguna oleh attacker.  Pada saat terjadinya serangan, hal ini dibuktikan dengan akses ke situs yang sama dengan alamat domain berbeda yaitu presidenri.go.id tetap dapat berjalan dengan baik tanpa ada perubahan tampilan. Secara teknikal, mesin server situs presidensby.info memiliki alias  name (domain) presidenri.go.id.

Sebenarnya persiapan serangan melalui pembelokan domain presidensby.info ke sebuah situs lain sudah dimulai sejak 8 Januari 2013.  Ini tercatat di serial zone domain (presidensby.info) yang dibuat oleh attacker/pelaku pada sebuah server Hosting/DNS Lokal.

Berikut informasi zone domain presidensby.info yang dibuat oleh attacker.

A

host
type
ip
class
ttl
presidensby.info A 210.247.249.58 IN 1440
NS

host
type
target
class
ttl
presidensby.info NS id1.jaxxxxxnetwork.com IN 86400
presidensby.info NS id2.jaxxxxxnetwork.com IN 86400
SOA

host
type
mname
rname
serial
refresh
retry
expire
minimum-ttl
class
ttl
presidensby.info SOA id1.jaxxxxxnetwork.com admin.jaxxxxxnetwork.com 2013010802 86400 7200 3600000 86400 IN 8640
MX

host
type
pri
target
class
ttl
presidensby.info MX 0 presidensby.info IN 14400

Sedangkan host kedua NameServer (id1.jaxxxxxnetwork.com dan id2.jaxxxxxnetwork.com)  memiliki IP yang sama dengan mesin yang ditunjuk sebagai presidensby.info yaitu 210.247.249.58.
Server Hosting inilah yang memiliki virtual host untuk domain presidensby.info berisi halaman dengan Status Hacked by MJL007  dan "Jember Hacker Team". Jadi konten halaman berjudul  Hacked by MJL007 bukan terdapat pada mesin server presidensby.info atau presidenri.go.id  yang beralamat di 203.130.196.114.

Untuk menelurusi siapa dan dari mana pelaku yang mengaku MJL007 dan Jember Hacker Team, tim digital forensic Polri seharusnya sudah melakukan investigasi dan data acquisition dari mesin hosting beralamat 210.247.249.58  tersebut, karena pada mesin tersebutlah terdapat system dan access log aplikasi server yang digunakan si pelaku untuk membelokkan penunjuk alamat domain presidensby.info. Jadi log server yang dianalis harusnya bukan pada server  203.130.196.114, melainkan mesin  hosting beralamat 210.247.249.58. Dari mesin ini akan dapat diidentifikasi alamat yang digunakan pelaku, meskipun saat kejadian pelaku bisa saja menggunakan alamat-alamat palsu, biasanya sepandai-pandainya seseorang pelaku, tetap ada kesalahan (kecil) yang berakibat fatal yang mengungkap dirinya.

Selain dari mesin tersebut, berdasarkan zone yang dibuat pelaku, maka terhadap pemilik atau administrator domain dan hosting jaxxxxxnetwork.com juga wajib harus  dilakukan investigasi. Karena jelas-jelas pelaku menggunakan  subdomain  jaxxxxxnetwork.com (id1 dan id2) sebagai tools pelaku.

Terdapat beberapa kemungkinan bagaamana cara pelaku merubah data Nameserver pada Administrative Domain presidensby.info. Kemungkinan pertama, persis seperti kejadian tahun 2007, dimana server yang memiliki otoritas mengelola zone domain presidensby.info di serang sehingga memberikan alamat NS atau mendelegasikan NS ke server yang sudah dipersiapkan si pelaku. Kemungkinan berikutnya adalah pelaku mendapatkan akses ilegal yang menjadi account administrative/technical contact domain presidensby.info, sehingga dapat dengan mudah merubah NS yang menjadi otoritas  domain tersebut.

Untuk memastikan hal tersebut, tentu saja administrative contact domain presidensby.info bisa dimintain keterangannya. Administrative/Technical Contact pengelola domain presidensby.info bisa dilihat dari info whois (per 12 Januari 2012) .



REFERENSI :
  1. http://josh.rootbrain.com/blog/2013/01/12/analisis-internet-forensic-kasus-website-presidensby-info/

Banjir Jakarta dari segi ekonomi

Banjir yang terjadi minggu lalu, sempat melumpuhkan Jakarta akibatnya terkena dampak ekonomi yang cukup luas. Dampaknya sampai terasa di Jawa Tengah. Industri tekstil di Pekalongan, misalnya, memasarkan hasil produksinya ke Jakarta. Sopir-sopir truk segan pergi ke Jakarta karena takut kendaraannya akan macet di Jakarta. 

Maka banjir ini pasti juga menaikkan harga sehingga mempengaruhi tingkat inflasi. Akan tetapi, dampak keseluruhannya kiranya tidak akan terlalu besar. Inflasi akan naik, mudah-mudahan kurang dari satu persen. Banjir juga tidak merusak, sampai menghancurkan, bangunan seperti gempa bumi (di Jogja). Banjir di Jakarta juga bukan musibah yang terus menerus. Tetapi, justru oleh karena ibu kota yang terkena, yakni tempat pemerintah dan lokasi pengambilan keputusan, maka pengaruh ekonominya juga akan luas.

Beberapa proyek untuk menghalau dampak buruk juga sempat dikemukakan di media massa, seperti pembuatan banjir kanal (timur dan barat), pembuatan ratusan situ di selatan Jakarta untuk menampung luapan air dari daerah Bogor dan Puncak. Jumlah biaya proyek-proyek demikian sampai trilyunan rupiah, sehingga pelaksanaannya belum bisa dipastikan sekarang, karena keperluan pembangunan ekonomi dan sosial yang juga mendesak (dan sifatnya terus menerus) cukup banyak, seperti di bidang kesehatan, pendidikan dan pembangunan infrastruktur desa. Tetapi, “trauma” dari pengalaman banjir yang baru lalu ini pasti juga menambah desakan atau urgensi sehingga “cicilan” pengeluaran akan diperbesar di waktu yang dekat.

Maklumlah, banjir adalah gejala musiman yang setiap tahun kembali di bulan Januari atau Februari, sehingga penduduk dianggap sudah terbiasa. Banjir besar seperti yang baru lalu ini juga hanya terjadi sekali lima tahun. Maka bisa juga “diputuskan” untuk tidak mengeluarkan uang sampai trilyunan, dan uang itu lebih baik dipakai untuk memperbaiki keadaan kesehatan dan pendidikan, serta memperbaiki infrastruktur kampung. Anggaran tambahan yang tidak terlalu besar bisa digunakan untuk memperbaiki selokan-selokan dan sistim drainage kota sehingga genangan air tidak terjadi terlalu lama. 

Kalau keperluan tambahan anggaran demikian masih besar maka bisa dipertimbangkan untuk menaikkan pajak. Karena tujuannya adalah memperbaiki keadaan di Jakarta, sehingga tidak bisa disebut proyek nasional, maka pajak demikian harus dikenakan kepada penduduk Jakarta saja. Pajak bisa berupa pajak pendapatan atau pajak atas kekayaan atau harta benda. Yang paling cocok adalah pajak PBB, atas tanah dan bangunan, karena penanggulangan banjir lebih terkait kepada (nilai) tanah dan bangunan.

Banjir besar yang lalu sempat mengganggu kehidupan normal penduduk dan penguasa di Jakarta maka bisa menimbulkan suasana “krisis”, yakni sesuatu yang mengancam kehidupan normal. Suasana krisis bisa mempunyai berkah, ia bisa membuka mata lebih lebar dan membuat orang lebih bersedia untuk mengurangi kenyamanan yang biasanya ia nikmati. Suasana atau alam fikiran demikian bisa dipergunakan untuk mendorong tercapainya suatu keputusan yang sampai sekarang terkatung-katung. Hal demikian mungkin penting bagi pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sering dilihat ragu-ragu.

Di lain pihak, kita jangan lupa bahwa banjir besar yang lalu menimpa (hanya) Jakarta. Maka pemerintahan Jakarta yang lebih banyak dilanda “krisis” ini. Tetapi, akibat jelek banir di Jakarta tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah di DKI saja, akan tetapi memerlukan dukungan dari daerah-daerah sekelilingnya, seperti Depok, Bogor, Tanggerang dan Bekasi. Maka Pemerintah Pusat juga harus turun tangan. Kesempatan demikian bisa dipergunakan untuk menyelesaikan salah suatu kesulitan yang dihadapi pelaksanaan otonomi daerah. Pembagian wewenang antara Pemerintah Pusat, Gubernur dan Bupati sering masih rancu. Kalau bisa diselesaikan untuk DKI maka mungkin bisa dibuat contoh untuk lain tempat.

Banjir di Jakarta ini pasti akan menaikkan tingkat inflasi, walaupun mudah-mudahan hanya sedikit. Dampaknya hanya seketika (once over), akan tetapi sesudah itu masih ada keperluan pengeluaran yang banyak untuk membiayai pemulihan ekonomi. Dalam hal ini sistim perbankan harus lebih banyak menyumbang daripada pemerintah pusat lewat anggaran belanjanya. Maka Bank Indonesia harus memperhitungkan ini. Kalau inflasi meningkat maka bisa dibilang tidak adil, karena orang di Sulawesi dan Sumatra harus ikut menanggung beban untuk meringankan derita penduduk di Jawa. Akan tetapi begitulah konsekuensi punya NKRI.


REFERENSI :

Selasa, 11 Desember 2012

Kelangkaan BBM Bersubsidi


DPR: Kelangkaan BBM Bersubsidi Mempermalukan SBY

Pemerintah berdalil kuota BBM bersubsidi cepat habis karena 30 persen dicuri dan sisanya dikonsumsi orang kaya.

Kelangkaan BBM bersubsidi yang terjadi sekarang ini benar-benar membuat malu pemerintahan  Presiden Susilo Bambang Yudhoyuono (SBY). Pasalnya, kelangkaan ini terjadi di sela-sela kegaduhan politik yang dipicu oleh para pembantunya. 

Para menteri tidak lagi berorientasi pada deskripsi fungsi, tugas dan wewenang sebagai pembantu presiden.  Namun justru bergenit-genit di panggung politik.


“Contohnya Menteri BUMN menghabiskan energi  dengan isu pemerasan BUMN oleh oknum anggota DPR.  Tidak lagi berdiskusi dengan Pertamina cara mereduksi pencurian BBM bersubsidi.  Demikian juga, Sekretaris Kabinet tak punya waktu menanyakan persoalan BBM bersubsidi kepada Pertamina. Sibuk mengumpulkan data kongkalikong oknum kementerian dan oknum DPR,” sebut anggota DPR RI Bambang Soesatyo kepada Beritasatu.com, Minggu (2/12) malam.

Bambang mengingatkan, pemerintah sudah lama menerima informasi penyimpangan pengelolaan BBM bersubsidi. Menurutnya, praktik pencurian BBM bersubsidi bukan cerita baru. Pencurian BBM bersubsidi sudah mencapai 30 persen dari total alokasi anggaran mestinya menjadi sangat serius.


Namun pemerintah menyederhanakan persoalan ini sehingga strategi memerangi pencurian BBM bersubsidi nyaris tanpa militansi.


“Bahkan, kesalahan fatal ini tak pernah diperbaiki. Pejabat terkait lebih senang membuat gaduh,” ungkap mantan wartawan ini serius.


Anggota DPR ini menyatakan, pemerintah sudah berulangkali menjadikan fakta pencurian dan kesalahan distribusi BBM bersubsidi sebagai argumentasi pembelaan diri.  Mestinya, tambahnya, logika persoalannya dibolak-balik karena para pembantu SBY tidak ingin disalahkan.

Pemerintah berdalil kuota BBM bersubsidi cepat habis karena 30 persen dicuri dan 77 persen lain dikonsumsi orang kaya.


“Tetap saja pemerintah yang salah karena tidak bisa menangkal pencurian dan tak mampu mencegah orang kaya membeli BBM bersubsidi,” kata Bambang Soesatyo dalam pernyataan tertulisnya. 


REFERENSI :
  1. http://nasional.lintas.me/go/beritasatu.com/dpr-kelangkaan-bbm-bersubsidi-mempermalukan-sby/

Kontroversi Kunjungan DPR RI ke Jerman


DPR RI kembali mendapat pikiran negatif dari masyarakat, setelah kunjungan Badan Legislatif (Baleg) DPR-RI ke Jerman yang ditayangkan di Youtube dan ternyata kinerjanya dinilai memalukan nama baik bangsa.

Dari video yang telah diunggah oleh PPI Berlin terlihat sisi negatif dari pertemuan yang disebut studi banding itu jauh dari profesional, gaduh dengan bahasa sendiri di depan mitra dan tuan rumah asing dimana hal itu sangat tidak sopan menurut etiket internasional. Sebagian malah datang terlambat.

Masyarakat juga bisa menyaksikan rombongan DPR RI yang gagah berangkat ke luar negeri untuk studi banding itu tidak terlihat menguasai bahasa asing, sehingga tidak terbentuk dialog dua arah yang mendalam, lancar dan sederajat.

Verband Deutsch-Indonesischer Fachkraefte und Akademiker e.V
atau Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia Jerman (IASI) memiliki pandangan sendiri mengenai kunjungan rombongan DPR RI ke Jerman itu. Selengkapnya dalam siaran pers yang disampaikan Ketua Adam Pamma kepada detikcom, Senin (26/11/2012) Waktu Eropa Tengah.

Kunjungan anggota DPR RI ke luar negeri selalu menjadi sasaran kritik masyarakat karena dianggap kurang bermanfaat. Seperti halnya kunjungan ke Jerman untuk penyusunan RUU Keinsinyuran baru-baru ini (17-23/11/2012).

Pilihan DPR ke Jerman sebenarnya sudah tepat mengingat Jerman merupakan salah satu kiblat keinsinyuran di dunia. Hanya saja kunjungan ini kurang dipersiapkan dengan matang.

Seandainya saja para anggota DPR RI ke Jerman bertemu dengan institusi yang tepat, maka para anggota DPR akan memperoleh informasi komprehensif, yang benar-benar dapat digunakan sebagai masukan dalam penyusunan rancangan UU Keinsinyuran Indonesia.

Seharusnya DPR mengunjungi institusi yang terkait langsung dengan UU yang mengatur keinsinyuran. UU Keinsinyuran dan profesi keinsinyuran di Jerman diurus oleh masing-masing negara bagian, namun semua UU tersebut mempunyai dasar sama dalam pengakuan profesi insinyur, yaitu sistem pendidikan tinggi.

Profesi keinsinyuran di Jerman ditangani oleh Kamar Insinyur Negara Bagian (Landesingenieurkammer). Tugas utamanya adalah mewakili kepentingan para insinyur lepas, khususnya yang mengerjakan proyek-proyek pemerintah dan terlibat dalam penyusunan UU keinsinyuran di negara bagian masing-masing.

Di tingkat nasional terdapat Kamar Insinyur Pusat (Bundesingenieurkammer) untuk mewakili kepentingan kamar insinyur masing-masing negara bagian di pemerintah Federasi dan Uni Eropa. Akreditasi insinyur asing juga dilakukan oleh masing-masing negara bagian.

Walaupun demikian Anggota DPR tetap perlu mengunjungi organisasi yang relevan dengan organisasi keinsinyuran seperti Perhimpunan Insinyur Jerman (VDI) dan Institut Standardisasi Jerman (DIN) agar mendapat informasi lengkap mengenai sistem yang berkaitan dengan keinsinyuran di Jerman.

VDI beranggotakan perorangan dan perusahaan, sedangkan Institut Standardisasi Jerman (DIN) beranggotakan hanya perusahaan. VDI dan DIN merupakan kunci daya saing produk Jerman dengan istilah populer Made in Germany yang terkenal akan kualitasnya.

Organisasi-organisasi ini menetapkan standardisasi dan pedoman untuk hal-hal yang berkaitan dengan kualitas kerja keinsinyuran di Jerman, misalnya standarisasi produk, proses, metode, atau definisi istilah untuk mempermudah dan meningkatkan kualitas kerja para insinyur sehingga kapasitas dan kompetensi mereka meningkat.

Namun patut dicatat bahwa organisasi VDI dan DIN tidak menetapkan standardisasi kualifikasi insinyur dan tidak terkait langsung dengan UU Keinsinyuran

Profesi insinyur di Jerman didefinisikan dengan berlandaskan kuat pada sistem pendidikan tingginya. Dengan kata lain setiap lulusan perguruan tinggi di bidang teknik dengan level Bachelor/master atau diploma berhak dan dilindungi dalam menyandang profesi sebagai insinyur.

Hal ini karena sistem pendidikan tinggi di Jerman telah dirumuskan sedemikian rupa dengan melibatkan dunia industri/profesional, sehingga lulusan perguruan tinggi akan berkualifikasi sesuai dengan permintaan keprofesian, dan tidak diperlukan sertifikasi tambahan.

Tapi ada beberapa pekerjaan tertentu dimana sesorang insinyur harus mendapat otoritas dari pemerintah agar dapat mengerjakan pekerjaan-pekerjaan tertentu tersebut terutama pekerjaan yang menyangkut keselamatan hidup orang banyak.

RUU Keinsinyuran Indonesia perlu menekankan adanya sinergi antara pendidikan tinggi dengan dunia keprofesian/industri di Indonesia. Dengan begitu diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan perguruan tinggi Indonesia, selain juga menjadi basis kuat dalam standardisasi kualifikasi insinyur.

Jika standardisasi tersebut kuat dan mencerminkan suatu sistem yang melibatkan proses pendidikan yang tepat sasaran, UU yang disusun dapat mensyaratkan insinyur asing untuk memenuhi standard tersebut.

UU keinsinyuran Indonesia sebaiknya juga mempertimbangkan semangat kesempatan sama, terutama untuk insinyur-insinyur muda yang belum memiliki banyak pengalaman. Namun untuk pekerjaan yang sifatnya menyangkut keselamatan hidup orang banyak, insinyur-insinyur tersebut tetap perlu diotorisasi kualifikasinya oleh lembaga-lembaga tertentu.

Selain itu UU Keinsinyuran Indonesia diharapkan dapat mendorong peningkatan kesetaraan insinyur Indonesia dengan insinyur asing dalam hal kepercayaan pemberian tanggung jawab dan penghargaan.

IASI dapat membantu melakukan kajian mendalam mengenai keinsinyuran di Jerman, yang dapat menjadi masukan dalam penyusunan RUU Keinsinyuran di Indonesia maupun peningkatan kemampuan insinyur dalam negeri.

IASI merupakan sebuah organisasi resmi berdiri sejak 1976 dan diakui oleh pemerintah Jerman dengan tujuan utama untuk menjembatani hubungan kerjasama Indonesia-Jerman di berbagai bidang terutama alih teknologi, riset, pendidikan dan bisnis.

Saat ini IASI sedang melakukan beberapa kegiatan yang berkaitan dengan hubungan kerjasama Indonesia Jerman diantaranya memfasilitasi pengiriman profesor Jerman ke beberapa perguruan tinggi di Indonesia, dan pelatihan studi S3 ke Jerman di beberapa tempat di Indonesia.

Di samping itu juga memfasilitasi kerjasama Sekolah Menengah Kejuruan di Sulawesi Selatan dan Berufschule (semacam SMK di Jerman) serta promosi investasi dari Jerman ke Indonesia dan beberapa proyek sosial lainnya yang sifatnya alih teknologi.

Anggota IASI adalah para expatrian Indonesia di Jerman, peneliti dan para ahli serta perusahaan Jerman. Bila DPR RI meminta maka IASI pun siap memberi masukan dalam kegiatan merumuskan RUU Keinsinyuran Indonesia.


REFERENSI : 
  1. http://news.detik.com/read/2012/11/27/012109/2102095/10/kunjungan-dpr-ri-ini-pandangan-ikatan-ahli-dan-sarjana-indonesia-jerman 

Augmented Reality Technologi


Augmented Reality

Benamkan pikiran dan diri anda dalam augmented reality yang menakjubkan ini. Teknologi baru Cermin Realitas membawa fitur pengenalan wajah ke tingkat yang baru. Dengan mengenali 66 fitur individu pada wajah manusia, teknologi baru menambah realitas di sekitarnya. Bekerja dengan gambar diam atau video stream, Reality Cermin dapat mengubah PC Webcam-enabled menjadi cermin ajaib. Lihat melalui kaca Reality Cermin dan melihat orang-orang di sekitar Anda berubah menjadi zombie, atau melihat mereka usia, atau membuat mereka terlihat seperti bayi. Dengan Reality Cermin, Anda dapat melakukan semua transformasi ini dan banyak lain yang menakjubkan dengan wajah manusia.
 
Fitur canggih Pengenalan Wajah

Inti dari Cermin Realitas adalah semua-baru, patent-pending fitur teknologi pengenalan wajah. Mengidentifikasi 66 fitur wajah, teknologi pengenalan mendedikasikan 11 poin identifikasi untuk setiap mata dan 14 poin identifikasi ke mulut, membuat transformasi yang tepat dengan mimikri hidup bonus tambahan.

 
Besar Potensi

Luxand telah menggunakan Realitas Cermin dalam banyak proyek yang hiburan, termasuk In20 Years.com (pengguna yang meng-upload foto mereka muncul dua puluh tahun lebih tua), MakeMeZombie.com (manusia terlihat seperti makhluk zombie), dan PicTreat.com (pengguna menjadi glamor dengan penggunaan makeup virtual). Teknologi ini memiliki potensi besar dalam industri film dan hiburan, untuk webmaster jaringan sosial dan untuk pengembang game.
 
Cermin Realitas: Penuaan

Penuaan merupakan produk pertama dari rentang baru. Dengan Realitas Cermin : Aging, Anda akan melihat usia wajah Anda secara real time. Ini seperti melihat dalam cermin ajaib! Anda melihat refleksi Anda mengulangi setiap langkah Anda, hanya refleksi adalah sepuluh, dua puluh, atau tiga puluh tahun lebih tua dari Anda.

REFERENSI : 
  1. http://www.luxand.com/augmented-reality/ 
 

Persaingan sengit antara Apple dan Samsung


Pertarungan sengit antara Apple dan Samsung di pasar smartphone kita tahu tidak ada abisnya. Pengadilan Federal San Jose, California, Amerika Serikat, telah memasuki babak final pertarungan antara Apple dan Samsung. Pengacara dari kedua pihak telah menyampaikan pembelaan terakhir, yang kemudian hakim akan memutuskan keputusan akhir pada Rabu (22/8).

Dalam pembelaannya, pengacara Samsung Charles Verhoeven meminta hakim dan dewan juri untuk mempertimbangkan bahwa jika mereka memihak Apple, maka persaingan industri telepon seluler atau ponsel akan terganggu dan pilihan konsumen menjadi terbatas. Sebab, jika juri menetapkan bahwa Samsung melanggar paten Apple, hakim Lucky Koh bisa mengeluarkan larangan penjualan beberapa produk Samsung di AS.

Menurut Verhoeven, Apple tidak ingin bersaing di pasar bebas, tapi hanya mau bersaing di pengadilan. "Ketimbang bersaing di pasar ponsel, Apple lebih mencari keunggulan kompetitif di ruang pengadilan. Merkea (Apple) pikir desain segi empat bersudut bulat dengan layar besar bisa dimonopoli begitu saja. Hal ini sungguh menakjubkan," sindirnya, seperti dikutip dari Reuters.

Di pihak lain, pengacara Apple, Harold McElhinny meminta juri untuk mempertimbangkan kesaksian perancang dari Korea Selatan yang menyatakan dia bekerja penuh selama tiga bulan untuk mendesain ponsel Samsung. Padahal, menurut McElhinny, yang dilakukannya adalah meniru iPhone. "Dalam waktu tiga bulan, Samsung mampu meniru hasil kerja keras dan penemuan Apple selama empat tahun tanpa mengalami risiko apa pun," ungkap McElhinny.

Pembelaaan semakin panas dengan saling serang yang dilakukan kedua pengacara tersebut. McElhinny berpendapat bahwa Apple telah menghadirkan beberapa eksekutif topnya untuk bersaksi di pengadilan, sementara Samsung tidak. Karenanya, pengacara Apple itu menyebut Samsung tidak menghormati proses pengadilan.

Verhoeven, si pengacara Samsung, pun membalas dengan menyatakan bahwa Apple gagal menunjukkan bukti bahwa konsumen telah tertipu membeli produk Samsung yang dikira sebagai produk Apple. "Konsumen membuat pilihan dan bukan membuat kesalahan," jelasnya.

Dalam sengketa ini, kedua pihak saling menuntut hak paten. Apple meminta ganti rugi senilai US$ 2,5 miliar pada Samsung yang diklaim mendapat untung besar dengan menjual berbagai produk yang meniru iPhone atau iPad. Sebaliknya, Samsung juga menuding Apple melakukan pelanggaran atas sejumlah paten, termasuk beberapa dalam teknologi nirkabel.

REFERENSI : 
  1. http://tekno.liputan6.com/read/431484/apple-vs-samsung-masuki-babak-final