Selasa, 10 April 2012

Makalah Perekonomian di Masyarakat

Masalah Pengangguran di Masyarakat


Tema            : Pengangguran
Mata Kuliah   : Teori Organisasi Umum 2 (Softskill)


Oleh
Nama  :  Riky
NPM   : 15110961
Kelas   : 2KA04







BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ekonomi adalah masalah yang paling mengancam bagi kehidupan masyarakat di Indonesia sejak pertengahan tahun 1997. Sejak itu, pertumbuhan ekonomi di Indonesia tidak kunjung membaik. Tanpa adanya perbaikan yang ditangani dengan serius, krisis ekonomi ini terus - menerus menimbulkan masalah - masalah baru seperti ; kemiskinan, pengangguran, lapangan kerja, inflasi, pertumbuhan ekonomi dan ekonomi politik. Pengangguran adalah salah satu masalah yang di timbulkan akibat dari kurangnya ketersediaan lapangan kerja, meningkatnya jumlah penduduk dan juga berhubungan dengan kemiskinan yang semakin meningkat, baik miskin dalam hal ilmu dan miskin dalam material.
Pengangguran akan meningkat jika pertumbuhan ekonomi juga menurun sehingga penyerapan tenaga kerja pun tidak ada. Bayangkan pada tahun 2006 kurang lebih terdapat 10,9 juta pengangguran, tahun 2007 kurang lebih terdapat 10 juta, tahun 2008 kurang lebih terdapat 8,6 juta, tahun 2009 kurang lebih 9 juta, tahun 2010 kurang lebih terdapat 8,6 juta, dan tahun 2011 kurang lebih terdapat 8,12 juta pengangguran di Indonesia. Hal ini pun terlihat bahwa pengangguran terus mengalami peningkatan dan akan mengakibatkan kekacauan pada stabilitas ekonomi di Indonesia.


B. Rumusan Masalah


Pada pembahasan yang telah di jelaskan dalam latar belakang, maka penulis mengambil rumusan masalah sebagai berikut :

  1. Apa pengertian pengangguran di Masyarakat ?
  2. Apa yang menyebabkan masalah dalam pengangguran di Masyarakat ?
  3. Bagaimana keadaan pengangguran di Masyarakat ?
  4. Apa dampak pengangguran di Masyarakat ?
  5. Bagaimana mengatasi pengangguran di Masyarakat ?
C. Landasan Teori

A) Pengertian Pengangguran
Pengangguran adalah adanya ketimpangan antara lahan pekerjaan dengan kebutuhan orang untuk pekerjaan. Artinya kurang tersedianya lahan atau tempat pekerjaan, sedangkan orang yang hendak bekerja melebihi jumlah lahan pekerjaan.

B) Rumusan Menghitung Tingkat Pengangguran
Untuk mengukur tingkat pengangguran pada suatu wilayah biasa didapat dari presentasi membagi jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja.
  Tingkat Pengangguran = Jumlah yang menganggur / Jumlah angkatan kerja  x  100%

C) Jenis - Jenis Pengangguran
  1. Pengangguran friksional yaitu pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan karena adanya kendala waktu.
  2. Pengangguran structural yaitu keadaan dimana orang yang menganggur sedang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh pembuka lapangan pekerjaan.
  3. Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur dikarenakan adanya kegiatan jangka pendek.
  4. Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat naik turunya siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah dari pada penawar kerja.




BAB II

PEMBAHASAN


1. Pengertian Pengangguran
Pengangguran adalah adanya ketimpangan antara lahan pekerjaan dengan kebutuhan orang untuk pekerjaan. Artinya kurang tersedianya lahan atau tempat pekerjaan, sedangkan orang yang hendak bekerja melebihi jumlah lahan pekerjaan. Orang yang sedang tidak mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga, siswa sekolah SMP, SMA dan mahasiswa perguruan tinggi dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak atau belum membutuhkan pekerjaan.


2. Masalah dalam Pengangguran di Masyarakat
Pengangguran adalah istilah untuk orang yang tidak bekerjasama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan.
Pengangguran disebabkan karena jumlah orang yang ingin bekerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang akan menyerap para pekerja. Pengangguran ini sering sekali menjadi masalah dalam perekonomian karena adanya pengangguran dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah - masalah sosial lainnya.
Kurangnya pendapatan masyarakat menyebabkan para pengangguran harus mengurangi pengeluaran konsumsinya, sebab hal ini dapat menurunkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Masyarakat yang menjadi pengangguran dalam jangka berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek phsikologis yang buruk bagi seseorang dan lingkungan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan dalam bidang politik, keamanan dan sosial sehingga akan mengganggu pertumbuhan ekonomi.
Di negara kita yaitu Indonesia, dikenal istilah "Pengangguran Terselubung" artinya dimana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang. Masalah ketenagakerjaan di negara kita saat ini sudah mencapai kondisi yang memprihatinkan karena jumlah pengangguran dan setengah pengangguran yang besar serta pendapatan yang didapat masyarakat relatif rendah dan kurang merata. Sebaliknya pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan suatu pemborosan sumber daya dan potensi yang ada, menjadi suatu beban bagi keluarga dan masyakat dapat menimbulkan peningkatan tindakan kesenjangan sosial dan kriminalitas.
Perkembangan bangsa Indonesia kedepannya sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusianya yang memiliki jasmani dan rohani yang sehat serta memiliki keterampilan dan keahlian kerja, sehingga dapat membangun keluarga yang memiliki pekerjaan dan memiliki penghasilan tetap sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup dan memberikan pendidikan bagi anggota keluarganya.
Berdasarkan kondisi pengangguran di Indonesia perlu dibentuk Gerakan Nasional Penanggulangan Pengangguran (GNPP) dengan mengerahkan semua unsur - unsur dan potensi di Tingkat Nasional dan daerah untuk menyusun kebijakan dan strategi serta melaksanakan program penanggulangan pengangguran. Gerakan tersebut dicanangkan dalam suatu Deklarasi GNPP yang diadakan di Jakarta 29 Juni 2004. Beberapa tokoh yang memandang masalah ketenagakerjaan di Indonesia yaitu Gubernur Riau H.M. Rusli Zainal, H. Zulkarnaen Karim, Palgunadi, T. Setiawan, DR. J.P. Sitanggang, Bambang Ismawan.
Pertumbuhan ekonomi itu dinilai semu karena kesejahteraan masyarakat tidak semakin membaik. Hal itu tercermin dari munculnya kasus busung lapar dibeberapa lokasi. Direktur Utama Indef M Fadhli Hasan mengungkapkan hal tersebut saat mempublikasikan kajian tengah tahun 2005 di Jakarta, Rabu (3/8). Menurut dia, pertumbuhan semua itu terjadi karena konstribusi penggerak ekonomi pada periode tersebut lebih disebabkan oleh berlangsungnya penurunan impor sehingga ekspor bersih Indonesia seolah - olah membaik. Pada triwulan I 2005 nilai impor menurun sebesar 0,49 % dibandingkan dengan impor triwulan IV tahun 2004.


3. Keadaan Pengangguran di Masyarakat
Pengangguran terjadi disebabkan antara lain, yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. 
Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2ELIPI) memprediksikan bahwa jumlah pengangguran tahun ini akan meningkat menjadi 11,833 juta orang. Angka tersebut belum termasuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang kembali ke Tanah Air dari Malaysia dan pengangguran akibat bencana tsunami di Aceh.


4.  Dampak Pengangguran di Masyarakat
Di kota besar seperti Jakarta, sering terjadi tindakan kriminalitas seperti penjambretan, penodongan, atau pencurian. Para pelaku kriminalitas tersebut biasanya tidak memiliki pekerjaan sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, mereka melakukan tindakan kejahatan. Hal itu merupakan salah satu contoh dampak pengangguran terhadap perekonomian di suatu negara.


Dampak dari pengangguran lainnya adalah :
a. Tingkat kemakmuran yang dicapai masyarakat tidak maksimum.
b. Pendapatan nasional dari sektor pajak akan berkurang.
c. Pertumbuhan ekonomi akan lambat.
d. Ketidakstabilan di bidang politik dan sosial akan meningkat.


Selain merugikan negara, pengangguran juga merugikan bagi pengangguran itu sendiri. Kerugian itu dapat berupa dampak hilangnya mata pencarian. Artinya, seseorang yang menganggur tidak akan memiliki mata pencarian, baik dari orang lain, perusahaan, ataupun pribadi.
Penganggur akan memberikan beberapa dampak terhadap ;
a. Hilangnya pendapatan;
b. Hilangnya keterampilan yang dimiliki;
c. Berkurangnya atau hilangnya tingkat kesejahteraan;
Orang yang bekerja kurang dari hal kemampuan, keterampilan dan pendidikan yang dimilikinya sering disebut pengangguran terdidik. Di Indonesia, pada tahun 2000 terjadi kelebihan tenaga kerja lulusan sarjana sebesar 25% dari 1.510.017 sarjana. Secara teoritis, apabila lulusan yang ada sesuai dengan kebutuhan pasar dan kualitas tenaga kerja terus ditingkatkan, gejala penumpukan jumlah sarjana yang menganggur dapat terserap pasar tenaga kerja. 


5. Cara Mengatasi Pengangguran di Masyarakat
Pengangguran terdiri dari bermacam-macam jenis dan untuk mengatasinya membutuhkan beberapa cara yang sesuai dengan jenis pengangguran tersebut yaitu :

  • Cara Mengatasi Pengangguran Struktural
Untuk mengatasi pengangguran jenis ini, cara yang dapat kita gunakan adalah :
1. Peningkatan mobalitas modal dan tenaga kerja.
2. Segera memindahkan kelebihan tenaga kerja dari tempat dan sektor yang kelebihan ke tempat dan sektor       ekonomi yang kekurangan.
3. Mengadakan pelatihan tenaga kerja untuk mengisi formasi kesempatan atau lowongan kerja yang kosong
4. Segera mendirikan industri padat karya di wilayah yang mengalami pengangguran.

  •  Cara Mengatasi Pengangguran Friksional
Untuk mengatasi pengangguran jenis ini, cara yang dapat kita gunakan adalah :
1. Perluasan kesempatan kerja dengan cara mendirikan industri-industri baru, terutama yang bersifat padat karya.
2. Deregulasi dan Debirokratisasi di berbagai bidang industri untuk membuat timbulnya investasi baru.
3. Menggalakkan pengembangan sektor informal, seperti home industri.
4. Menggalakkan program transmigrasi untuk menyerap tenaga kerja di sektor agraris dan sektor formal lainnya.
5. Membuka proyek-proyek oleh pemerintah.

  • Cara Mengatasi Pengangguran Musiman
Untuk mengatasi pengangguran jenis ini, cara yang dapat kita gunakan adalah :
1. Pemberian informasi yang cepat jika ada lowongan kerja di sektor lain.
2. Melakukan pelatihan di bidang keterampilan lain untuk memanfaatkan waktu ketika menunggu musim tertentu.

  • Cara Mengatasi Pengangguran Siklus
Untuk mengatasi pengangguran jenis ini, cara yang dapat kita gunakan adalah :
1. Mengarahkan permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa.
2. Meningkatkan daya beli masyarakat.




BAB III

PENUTUP



Kesimpulan

Pengangguran adalah adanya ketimpangan antara lahan pekerjaan dengan kebutuhan orang untuk pekerjaan. Artinya kurang tersedianya lahan atau tempat pekerjaan, sedangkan orang yang hendak bekerja melebihi jumlah lahan pekerjaan. Kurangnya pendapatan masyarakat menyebabkan para pengangguran harus mengurangi pengeluaran konsumsinya, sebab hal ini dapat menurunkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Masyarakat yang menjadi pengangguran dalam jangka berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek phsikologis yang buruk bagi seseorang dan lingkungan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan dalam bidang politik, keamanan dan sosial sehingga akan mengganggu pertumbuhan ekonomi.
Di kota besar seperti Jakarta, sering terjadi tindakan kriminalitas seperti penjambretan, penodongan, atau pencurian. Para pelaku kriminalitas tersebut biasanya tidak memiliki pekerjaan sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, mereka melakukan tindakan kejahatan. Dalam semua permasalah yang ditimbulkan dari pengangguran kita dapat mengatasinya dengan beberpa cara.

Saran

Menurut saran saya sebaiknya untuk menanggulangi permasalahan pengangguran di Indonesia ini, pemerintah diharapkan dapat menyediakan dan membuka lapangan kerja yang banyak khususnya membuka lapangan kerja bagi penduduk asli Indonesia dan bagi mereka yang memiliki keterbatasan dalam pendidikan, sehingga dapat mengurangi tindakan - tindakan yang merugikan bagi kehidupan di masyarakat.




Daftar Pustaka

  1. http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/02/1328061517561727661.jpg
  2. http://www.scribd.com/doc/24670191/Makalah-Pengangguran
  3. supriatna, nana, Ruhimat, Mamat & Kosim (2006). Ilmu Pengetahuan Sosial : GRAFINDO

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar