Minggu, 05 Mei 2013

Kenaikan harga BBM semakin memperkecil usaha kecil (BI SS 2013)

Industri (Kadin) DKI Jakarta mengatakan pemerintah harus memperhatikan pengusaha Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM), pada saat penerapan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi nanti. Pasalnya, kelompok ini rentan terhadap goncangan akibat kenaikan harga BBM.

Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang meyakini beban pengusaha kecil akan semakin berat jika kenaikan harga BBM jadi dilakukan. Sebab, saat ini pengusaha telah menanggung beban akibat kenaikan harga lainnya seperti Upah Minimum Provinsi (UMP), Tarif Dasar Listrik (TDL) dan permasalahan insentif pajak.

"Sekarang baru isu saja , harga-harga udah naik 15 persen, bikin heboh doang, insentif pajak, kenaikan UMP, TDL, dan tol naik itu kan cost pengusaha. Dampaknya harus dilihat juga ke UKM yang kena imbas,itu harus kita pikirkan," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Sabtu (4/5).

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan keputusan presiden pada BBM tentunya akan mengganggu pertumbuhan industri. Namun, karena sudah dirancang jauh-jauh hari, kalaupun BBM naik melebihi Rp 6.000 per liter sekalipun, dampaknya pada industri tidak akan terlalu besar. "Pasti ada (dampak). Tapi ini sudah calculated, apalagi sudah kita bicarakan selama 3 tahun terakhir," ujar Hidayat.

Menperin mengatakan dalam rapat kabinet terakhir, target pemerintah adalah mengurangi subsidi BBM Rp 50 sampai Rp 80 triliun. Jika tidak dilakukan, dengan langkah apapun, APBN di akhir tahun nanti akan defisit akibat subsidi premium dan fiskal turut terganggu.

Terkait pilihan menaikkan harga, Hidayat mengakui kebijakan ini tidal mudah diwujudkan. Banyak partai politik menolak BLT karena takut Presiden menggunakannya buat mencari muka jelang pemilihan umum.


REFERENSI : 
  1. http://www.merdeka.com/uang/kenaikan-harga-bbm-semakin-mengerdilkan-usaha-kecil.html 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar